Hobby · Traveling

Masih Berani Pergi ke Museum di Hari Senin?

museum louvreMungkin bagi sebagian orang pergi ke museum sangatlah membosankan. Ya, pergi ke museum bisa jadi pilihan terakhir dari sekian banyak destinasi wisata kala liburan tiba. Entah itu karena barang-barangnya kuno lah, bangunannya tidak terawat, hingga suasana sepi yang terkesan ‘horor’. Padahal, dibalik itu semua ‘belajar’ di museum bisa jauh lebih menyenangkan daripada dengerin guru sejarah ceramah di kelas. Kalau Mbak Trinity bilang di bukunya -The Naked Traveler-, kalau kamu kepo sama tempat yang lagi dikunjungi dan gak ada orang yang bisa ditanya untuk bercerita atau males buka enslikopedia, dateng aja ke museum, dijamin beberapa jam keliling museum, langsung khatam.

Nah sekarang, pernah gak kamu sengaja pergi ke museum selain terpaksa karena karya wisata dari sekolah? Kalau jawabannya gak pernah, sayang banget sih, padahal rekreasi ke museum banyak banget manfaatnya. Dengan mengunjungi museum, kita bisa mempelajari banyak hal dari mulai sejarah hingga ilmu pengetahuan alam secara kilat melalui media diorama yang sangat menarik. Ya, karena museum berfungsi mengumpulkan, merawat, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian dan kesenangan atau hiburan. Bahkan, beberapa museum kini sudah dilengkapi dengan berbagai simulator 4D. Jadi selain bernilai edukasi, pergi ke museum pun bisa dijadikan rekreasi yang sangat menyenangkan. Apalagi, beberapa museum kini memiliki program khusus yang sangat unik contohnya acara ‘Night at The Museum’ di Museum Geologi, Bandung yang diadakan pada Sabtu malam. Jadi kita bisa merasakan sensasi melihat patung-patung hewan dan bebatuan di malam hari.

Konten museum pun kini sudah beraneka ragam. Tidak melulu soal benda-benda purbakala. Salah satu museum yang menarik adalah Museum Lilin Madame Tussauds. Museum ini ada di berbagai kota di dunia seperti London, New York, Los Angeles, Amsterdam, Hongkong, Tokyo, Bangkok, dan Singapura. Di sana kita bisa melihat patung lilin berbagai tokoh terkenal dunia yang mirip banget sama aslinya, pas banget buat selfie-selfie 😀 Yang gak kalah seru buat foto-foto adalah Museum Angkut di Malang. Museum yang menampilkan berbagai koleksi alat transportasi terkenal di Indonesia maupun dunia ini lebih mirip seperti theme park dibandingkan museum, dijamin betah deh pokonya.

Selain itu, jalan-jalan ke suatu tempat, rasanya belum lengkap kalau gak mengunjungi museum, apalagi museum yang menjadi icon tempat tersebut. Misalnya Museum Lovre yang berada di jantung kota Paris, British Museum di London, atau Museum Hermitage di Saint Petersburg, Russia. Tak berbeda dengan di Indonesia, beberapa museum pun dinobatkan sebagai icon sebuah kota, Museum KAA di Bandung contohnya. Selain karena nilai historis yang dimiliki museum-museum tersebut, bangunan museum yang artistik dan unik pun menjadi alasan mengapa museum-museum itu banyak dikunjungi, bahkan hanya untuk sekedar berfoto di halaman depannya. Asik kan?

Tetapi, ada hal penting yang perlu diingat kalau kita hendak pergi ke museum, yaitu pergilah selain pada hari Senin ! Mengapa? Karena seluruh museum di dunia tutup setiap hari Senin. Ya, aturan tersebut sudah disahkan di seluruh dunia untuk menjaga ruang museum agar tetap terawat baik. Boleh dikatakan kalau hari Senin dijadikan hari khusus perawatan museum.

Oke, soal peraturan tadi, saya punya pengalaman pribadi. Saya telat banget tau peraturan itu dan sempat zonk dua kali. Sedih dan nyesek banget pastinya.

Pengalaman pertama adalah ketika saya dan keluarga berkesempatan pergi ke Kuala Lumpur tahun 2010 lalu. Pergi ke KL rasanya belum lengkap kalau tidak berkunjung ke Menara Kembar Petronas dan naik ke lantai 41 untuk menikmati pemandangan kota dari atas skybridge menara kembar. Sayangnya, hari itu saya pergi ke Menara Petronas di hari Senin dan ternyata tutup. Kami pun gigit jari dan harus puas hanya dengan berfoto di halaman depan gedung. Alhamdulillah, tahun 2011 saya kembali berkesempatan pergi ke KL. Belajar dari pengalaman, destinasi ke museum termasuk ke Menara Petronas disimpan di hari Sabtu dan Minggu. Yaps, saya berhasil pergi ke beberapa museum dan tentunya dapet tiket naik Petronas Twin Tower. Yeay !

petronas

Antrian naik petronas panjang banget ! Saya aja ngantri dari sekitar pukul setengah 6 pagi padahal loket baru dibuka sekitar pukul 8, dan udah dapet antrian nomor 201 ! Alhasil kebagian naik jam 10.20 dan jatah waktu di sky bridge cuma  5-10 menit per kloter ! Harga tiket waktu itu RM10.00 atau setara dengan Rp28.000 (1 RM = Rp2800). Sebelum naik menara, barang-barang akan diperiksa oleh metal detector. Sambil menunggu antrian, kita akan disuguhi berbagai poster dan diorama yang memuat informasi tentang menara kembar, ya semacam mini museum lah. Fyi, menara kembar adalah menara tertinggi ke-4 di dunia dan fungsi skybridge disamping untuk memperkuat kedua menara terhadap gempa, lalu lintas orang kantoran, juga sebagai sarana evakuasi sebagai antisipasi apabila terjadi kebakaran disalah satu menara.

265516_1838445480436_4781323_o

Pengalaman kedua adalah saat saya pergi ke kota tua Jakarta tahun 2013 lalu. Ya, saya kembali tidak beruntung karena berkunjung di hari Senin dan gak bisa masuk banyak museum di sekitar sana. Kirain cuma di Kuala Lumpur aja museum tutup setiap hari Senin, ternyata di Jakarta juga. Huft. Dan sampai saya menulis blog ini, saya belum kesampean pergi ke kota tua lagi.

Ada yang mau ngajak saya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s