Hobby

Talking About Walking

walking-shoes-530

Kalau saya ditanya olahraga apa yang paling disukai atau yang paling disenangi, maka jawabannya adalah JALAN KAKI. Ya, saya suka jalan dan jalan-jalan.

Jalan kaki, olahraga paling murah meriah, mudah, bisa dilakukan dimana saja, dan bikin bahagia :D. Buat bisa jalan kaki, modal utamanya cuma kaki dan badan kita, gak perlu raket, bola, tali, or another sport stuffs. Ya, kalau pun harus modal, paling mahal juga beli sepatu, atau sendal yang mostly pasti setiap orang punya, bahkan nyeker aja bisa (kalau gak percaya, perhatiin deh petani yang tiap pagi pergi ke sawah 🙂 )

Lalu apa bedanya sama lari? kan sama aja gak perlu modal mahal-mahal?

Oke, lemme tell you something. Secara perlengkapan, jalan kaki dan lari kurang lebih sama, tapi dari segi gerakannya tentu beda. Memang sama-sama menggerakan kaki, bedanya adalah terletak pada kecepatan gerakan kaki (gerakan kaki saat lari lebih cepat daripada jalan), tumpuan kaki (tumpuan kaki saat lari adalah bagian ujung depan kaki, sedangkan saat jalan semua telapak kaki), dan gerakan badan (saat kita lari, ada saatnya dimana badan kita melayang dan kemudian kaki kembali berpijak di tanah).

Kemudian, kenapa saya gak lari -jogging, sprint, marathon- aja? hmm… saya mending disuruh jalan kaki berkilo-kilo deh daripada harus lari sekilo aja even itu cuma jogging. Bagi saya, jalan kaki itu bukan hanya sekedar olahraga. Ada hal-hal yang bisa kita lakukan saat jalan yang tidak bisa dilakukan saat lari, misalnya ngobrol tanpa ngos-ngosan dan mengamati keadaan sekitar secara lebih seksama. Hal yang paling mengasyikan saat jalan kaki adalah menemukan jalan-jalan rahasia (karena biasanya nyambung) yang mungkin tidak ditemukan oleh orang kebanyakan, kalau nyasar? ya tinggal balik lagi ke jalur  sebelumnya. Selain itu, lari cepet banget bikin cape sedangkan jalan kaki kan perlahan tapi pasti, pasti cape juga maksudnya 😀

Well, jalan kaki memang sudah jadi rutinitas saya sehari-hari. Ke sekolah (dari jaman TK-SMA kecuali SD dan SMP yang harus naik angkot lagi setelah jalan), tempat les, tempat ngaji, ke kampus (sekarang), ke rumah teman, dan tempat-tempat lain yang memang asyik untuk jalan kaki. Saya gak inget betul kapan kebiasaan ini berawal. Mungkin karena rumah saya cukup jauh dari jalan raya sehingga perlu terpaksa jalan kaki beberapa menit untuk bisa menemukan angkutan umum. Ya, berawal dari keterpaksaan itu akhirnya jadi kebiasaan. Saking udah biasa, kecepatan jalan saya pun melebihi kecepatan normal orang biasanya (ini bedasarkan survey pengalaman ketika beberapa kali jalan bersama teman yang mengatakan bahwa jalan saya terlalu cepat padahal itu biasa aja).

Kebiasaan jalan kaki menguat karena saat SMP saya ikut ekskul pramuka, which is banyak kegiatan outdoor dan beberapa harus jalan kaki jauh serta lama, misalnya wide game keliling komplek dekat sekolah bahkan keliling kota. Rekor jalan kaki terjauh saya juga ada saat SMP. Saat itu saya masih kelas 7 dan masuk regu Lomba Tingkat (lomba keterampilan kepramukaan tingkat pramuka penggalang) dimana salah satu kegiatannya adalah safari camp (kemah berpindah-pindah tempat). Perjalanan itu berlangsung selama tiga hari, berjalan dari Kecamatan Cianjur kota hingga Cimacam -sambil gendong carrier- melewati jalur perumahan warga, perkebunan, hutan, lembah, dan bukit yang jika diakumulasikan mencapai +40km. Sepanjang perjalanan, kami harus melewati berbagai ujian dari setiap pos seperti morse, semapur, sandi-sandi, pengetahuan umum, pengetahuan kepramukaan, pioneeing, PBBAB, Ketajaman Indera Manusia (KIM) dll. Perjalanan jauh lainnya adalah  mendaki gunung gede pangrango saat kelas 9 dan keliling kota Bandung pada acara Bandung Historical Study Game tahun 2014 dan 2015 dalam rangka memperingati HUT KAA .

1934348_1100356588675_2046729_n

Impeeza Expedition

 

BHSG 2015 (73)

Bandung Historical Study Game (BHSG) 2015. Keliling kota Bandung sejauh + 15km

 

Perlu diakui bahwa jalan kaki bukanah suatu kebiasaan bagi kebanyakan orang Indonesia. Saya tidak tahu persis apa penyebabnya. Mungkin salah satu sebabnya adalah kurangnya fasilitas trotoar yang ‘walkable’. Lihat saja trotoar di kota-kota besar di Indonesia yang tidak digarap dengan baik. Trotoar digunakan bukan oleh pejalan kaki, melainkan oleh pedagang kaki lima, belum lagi ditambah polusi dari kendaraan yang melintas. Berbeda dengan negara-negara maju yang memiliki trotoar yang luas dan bersih bahkan sudah dilengkapi dengan fasilitas untuk penyandang disabilitas. Saking ‘kurang jalannya’ orang Indonesia, sampai harus dibuat gerakan 1000 langkah setiap hari untuk mencegah osteoporosis. Kalau jalan rame-rame gini, baru deh pada semangat (mau jalan kalau ada moment aja).

Sebenarnya sayang banget kalau jalan kaki ini tidak jadi kebiasaan kita, padahal manfaatnya banyak banget. Saya sendiri sih merasa kalau jalan kaki ini membuat  badan jadi lebih bugar dan tidak mudah sakit (sepanjang sejarah perkuliahan, gak pernah absen gara-gara sakit, insya Allah gak akan kena osteoporosis juga karena langkah saya setiap hari sepertinya lebih dari 1000 :D). Selain itu, menurut blog sebelah nih http://www.carakhasiatmanfaat.com/,  jalan kaki memiliki beberapa manfaat yaitu :

  1. Memperkuat jantung
  2. Menurunkan risiko terkena penyakit
  3. Menjaga berat badan tetap normal
  4. Membantu mencegah demensia
  5. Mencegah osteoporosis
  6. Membentuk dan memperkuat kaki
  7. Membentuk dan memperkuat kaki
  8. Membentuk bahu
  9. Meningkatkan kadar vitamin D
  10. Membuat badan lebih berenergi
  11. Membuat bahagia

Nah, oke banget kan tuh faedah jalan kaki? apalagi nomor terkahir. So, buat yang belum mencoba dan merasakan manfaat jalan kaki, apalagi bagi yang suka lupa bahagia, what are you waiting for? go out and walk !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s